
Loading...

Pernah merasa setir mobil tiba-tiba jadi lebih berat atau tarikan mesin terasa "ngeden" tidak seperti biasanya? Sebagai profesional muda yang mobilitasnya tinggi, hal-hal detail seperti tekanan ban terkadang luput dari perhatian. Padahal, ban yang kurang angin bukan cuma bikin boros bensin, tapi juga taruhannya keselamatan.
Idealnya, kamu memang harus segera mencari pom bensin atau bengkel terdekat untuk mengisi angin. Tapi kalau situasinya tidak memungkinkan untuk berhenti saat itu juga, jangan asal injak gas.
Simak 4 tips cerdas berkendara aman saat tekanan ban mulai drop berikut ini:
1. Jaga Kecepatan Tetap Stabil (Jangan Ngebut!)
Saat ban kekurangan tekanan, area ban yang menyentuh aspal jadi lebih lebar dari seharusnya. Hal ini memicu gesekan berlebih yang bikin ban cepat panas. Jika kamu nekat mengebut dalam kondisi ini, risiko ban pecah tiba-tiba (blowout) akan meningkat drastis. Tetaplah di jalur kiri dan jaga kecepatan di level aman yang rendah hingga moderat.
2. Hindari Manuver Tajam dan Mendadak
Ban yang "kempes" tidak memiliki struktur yang kokoh untuk menopang bobot mobil saat bermanuver. Kalau kamu melakukan belokan tajam atau pindah jalur secara mendadak, dinding ban bisa melipat dan menyebabkan mobil sulit dikendalikan (oversteer atau understeer). Berkendaralah dengan lebih halus (smooth) agar stabilitas mobil tetap terjaga.
3. Jaga Jarak Aman Lebih Jauh
Tahukah kamu kalau ban kurang angin bikin jarak pengereman jadi lebih panjang? Karena daya cengkeram ban tidak optimal, mobil butuh waktu lebih lama untuk benar-benar berhenti. Pastikan kamu memberi ruang ekstra dengan kendaraan di depan supaya punya waktu bereaksi jika ada pengereman mendadak.
4. Waspadai Lubang dan Jalan Rusak
Tanpa tekanan angin yang cukup, ban tidak bisa berfungsi sebagai peredam guncangan yang baik. Menghantam lubang sekecil apa pun dalam kondisi ban kurang angin bisa langsung merusak velg atau bahkan merobek dinding ban. Jadi, mata harus ekstra jeli memantau kondisi jalan di depan, ya!
Menjaga tekanan ban tetap ideal sesuai rekomendasi pabrikan adalah cara termurah dan termudah untuk memastikan perjalanan kamu lancar tanpa drama. Luangkan waktu 5 menit setiap minggu untuk cek tekanan angin demi keamanan kamu sendiri.
Butuh tips otomotif lainnya atau info seputar proteksi kendaraan biar makin tenang saat di jalan?
Lindungi kendaraan Anda dari berbagai risiko tak terduga dengan Simas Mobil. Cari tahu lebih lanjut tentang produk Simas Mobil dan pilihan perlindungan lainnya di sini.
Sumber
IDNTimes

Pernah merasa setir mobil tiba-tiba jadi lebih berat atau tarikan mesin terasa "ngeden" tidak seperti biasanya? Sebagai profesional muda yang mobilitasnya tinggi, hal-hal detail seperti tekanan ban terkadang luput dari perhatian. Padahal, ban yang kurang angin bukan cuma bikin boros bensin, tapi juga taruhannya keselamatan.
Idealnya, kamu memang harus segera mencari pom bensin atau bengkel terdekat untuk mengisi angin. Tapi kalau situasinya tidak memungkinkan untuk berhenti saat itu juga, jangan asal injak gas.
Simak 4 tips cerdas berkendara aman saat tekanan ban mulai drop berikut ini:
1. Jaga Kecepatan Tetap Stabil (Jangan Ngebut!)
Saat ban kekurangan tekanan, area ban yang menyentuh aspal jadi lebih lebar dari seharusnya. Hal ini memicu gesekan berlebih yang bikin ban cepat panas. Jika kamu nekat mengebut dalam kondisi ini, risiko ban pecah tiba-tiba (blowout) akan meningkat drastis. Tetaplah di jalur kiri dan jaga kecepatan di level aman yang rendah hingga moderat.
2. Hindari Manuver Tajam dan Mendadak
Ban yang "kempes" tidak memiliki struktur yang kokoh untuk menopang bobot mobil saat bermanuver. Kalau kamu melakukan belokan tajam atau pindah jalur secara mendadak, dinding ban bisa melipat dan menyebabkan mobil sulit dikendalikan (oversteer atau understeer). Berkendaralah dengan lebih halus (smooth) agar stabilitas mobil tetap terjaga.
3. Jaga Jarak Aman Lebih Jauh
Tahukah kamu kalau ban kurang angin bikin jarak pengereman jadi lebih panjang? Karena daya cengkeram ban tidak optimal, mobil butuh waktu lebih lama untuk benar-benar berhenti. Pastikan kamu memberi ruang ekstra dengan kendaraan di depan supaya punya waktu bereaksi jika ada pengereman mendadak.
4. Waspadai Lubang dan Jalan Rusak
Tanpa tekanan angin yang cukup, ban tidak bisa berfungsi sebagai peredam guncangan yang baik. Menghantam lubang sekecil apa pun dalam kondisi ban kurang angin bisa langsung merusak velg atau bahkan merobek dinding ban. Jadi, mata harus ekstra jeli memantau kondisi jalan di depan, ya!
Menjaga tekanan ban tetap ideal sesuai rekomendasi pabrikan adalah cara termurah dan termudah untuk memastikan perjalanan kamu lancar tanpa drama. Luangkan waktu 5 menit setiap minggu untuk cek tekanan angin demi keamanan kamu sendiri.
Butuh tips otomotif lainnya atau info seputar proteksi kendaraan biar makin tenang saat di jalan?
Lindungi kendaraan Anda dari berbagai risiko tak terduga dengan Simas Mobil. Cari tahu lebih lanjut tentang produk Simas Mobil dan pilihan perlindungan lainnya di sini.
Sumber
IDNTimes